Selasa, 05 Mei 2015

USAHA MENINGKATKAN IMAN



USAHA MENINGKATKAN IMAN
Catatan : Anis Purwanto


إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُواْ وَجَـٰهَدُواْ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu  dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al Hujurat :15)


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡڪِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُ‌ۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا.

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya , Rasul-Rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejau-jauhnya”. (QS. An Nisa’ :136)
.
 Penjelasan yang dapat kita ambil:
1.      -  Setelah tertanam iman lalu timbul kewajiban untuk melaksanakan perintah kebajikan menjalankan dan menjaga agama.
2.      - Berdasar hadist riwayat Bukhari dari Abu Hurairah iman meliputi 69 cabang yang meliputi aqidah, ahkam (hukum) dan ahklaqul karimah, yakni sifat dan sikap seseorang dalam hidupnya yang lebih baik menjalin hubungan dengan Kholiknya, dengan sesama manusia bahkan dengan lingkungannya.
3.      - Meningkatkan iman berarti meningkatkan keyakinan dan pengamalan terhadap perintah Allah, serta meningkatkan usaha kita menguasai diri hingga dapat menampilkan diri yang lebih baik dihadapan Allah dan ditengah-tengah masyarakat.

Rukun Iman :
“Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul, Hari Akhir dan Qodar (kepastian baik/buruk)”.

ORANG YANG TAWAKAL



ORANG YANG TAWAKAL
Catatan : Anis Purwanto

Pengertian tawakal :
1.      Berserah diri kepada Allah dalam melakukan pekerjaan. Mau bekerja/berusaha tidak hanya terserah Allah tanpa usaha.
2.      Berserah  diri kepada Allah atas hasil usahanya, manusia wajib usaha, Allah yang menentukan hasil usahanya.

Perintah tawakal :
وَتَوَڪَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَڪِيلاً۬

“Dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung”. (QS.  Al-Ahzab : 48.)

وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS.Al-Maidah:23).

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu bewrlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Al Imran : 159 )

Kesimpulan : “Tawakal adalah penyerahan diri hanya kepada Allah dengan disertai usaha dan
                          do’a”.

Rabu, 08 April 2015

ORANG YANG TAQWA



ORANG
YANG
TAQWA
Catatan : ANIS PURWANTO
ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٦) ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ (١٧)
 “(Orang-orang yang taqwa) yaitu orang-orang yang berdo’a : “Ya Tuhan kami, bahwasanya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa-doa kami dan peliharalah kami dari seksa neraka.  Yaitu orang yang sabar, yang benar, yang tetap dan tekun beribadah, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan yang memohon ampun di waktu sahur”. (QS. Al Imran : 16-17).

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Al Imran : 134).

ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ (٢) ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ (٤)
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum mereka, dan mereka yakin akan adanya akhirat”.  (QS. Al-Baqarah : 2-4).




لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةِ وَٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآٮِٕلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّڪَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَـٰهَدُواْ‌ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ÇÊÐÐÈ
“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kenajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”.  (QS. Al-Baqarah : 177).

Intisarinya : yang termasuk orang yang takwa yaitu orang-orang yang :
-       Beriman (6 rukun iman)
-       Sabar (mampu menahan amarah)
-       Benar (tidak suka bohong)
-       Tekun beribadah
-       Mau membelanjakan sebagian hartanya untuk kebajikan
-       Banyak memohon ampun diwaktu sahur/malam
-       Suka memaafkan kesalahan orang lain
-       Mendidikan shalat
-       Menunaikan zakat
-       Menetapi janji.

INGAT KEPADA ALLAH AKAN DIINGAT ALLAH, LUPA KEPADA ALLAH AKAN LUPA KEPADA DIRI SENDIRI



INGAT KEPADA ALLAH AKAN DIINGAT ALLAH, LUPA KEPADA ALLAH AKAN LUPA KEPADA DIRI SENDIRI
Catatan : ANIS PURWANTO
فَٱذۡكُرُونِىٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡڪُرُواْ لِى وَلَا تَكۡفُرُونِ
“Karena itu, ingatlak kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu (Aku limpahkan rohmat dan ampunan-Ku kepadamu), dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku”. (QS. Al-Baqoroh : 152).

Ingat kepada Allah berarti ingat kepada perintah dan larangan Allah dan perusaha untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَٮٰهُمۡ أَنفُسَہُمۡ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Hasyr : 19).

Lupa kepada diri sendiri  berarti lupa bahwa dirinya dicipta Allah untuk beribadah kepada Allah.